Perihal Pertemanan

 

Sumber: x.com



Lucu ya kamu, karena alasan gak ada yang ngajak kamu main/jajan   aja langsung ngerasa kamu gak punya temen, langsung ngerasa bahwa temanmu tidak menganggapmu sebagai sahabat.

Padahal, dia yang selalu ngajak main pun tidak mesti menganggapmu sahabat, mungkin hanya menganggapmu sebagai temen seneng-seneng aja. Dan dia yang tidak pernah mengajakmu main juga bukan berarti dia tidak peduli terhadapmu, malah bisa jadi dia lebih perhatian dan menyayangimu layaknya sahabat.

Menurutmu sahabat itu apa sih?

Menurutku, yang dinamakan sahabat itu adalah mereka yang mau menerima keluhmu tanpa menghakimimu, mau membantumu dengan tulus ketika kamu membutuhkan bantuan. Jadi tidak hanya datang ketika pas ngajak senengnya aja.

Aku ngetik ini karena barusan liat postingan yang mana dia merasa gak punya temen karena gak ada yang ngajak dia main.

Coba deh, berpikir lebih dalam terkait itu. Mungkin, dia gak punya uang.          

 "Tapi kok terus-terusan gak punya uang?"

Oke, uang mungkin ada. Tapi mungkin, finansial keluarganya kurang stabil. Jadi, untuk sekadar main yang gak penting dia perlu berpikir seribu kali dan memilih mengurungkan niatnya untuk main. Apalagi kalau main denganmu pasti menghabiskan kantong, haha...

 


Pernah ada temen yang cerita, kalo dia didiemin gara-gara gak ngasih temennya kado pas sempro. Kok lucu sih, kok ya gak mikir bahwa mungkin saja dia gak ngasih itu karena kantong lagi kering, kan belum kerja juga. Hemmm, apakah memberi kado kepada teman yang sempro sudah menjadi budaya di kota-kota besar? Heran.

Mulai hari ini, jangan hanya karena alasan tidak pernah diajak main membuatmu su’udzon kepada temanmu. Mungkin alasannya, seperti yang kuungkapkan tadi. Namun jika memang perlakuannya lebih dari itu, seperti mengajakmu hanya untuk memenuhi kuota, kamu boleh berpikir bahwa kamu tidak dianggap teman. Dan kamu harus pergi           dari circle itu, cari bahagiamu sendiri, cari orang-orang yang memang bisa menerimamu.

Stigma Kolot dan Dilema Sarjana Muda


Stigma Kolot dan Dilema Sarjana

Masih banyak ditemukan stigma kolot di masyarakat tentang indikator suksesnya sarjana. Banyak yang beranggapan bahwa sarjana dikatakan sukses ketika Ia kerja berseragam dan dengan gaji yang fantastis. Sedangkan yang tak berseragam di gunjing sana-sini. "Untuk apa sekolah tinggi-tinggi jika hanya untuk ini?"

Padahal, hakikat ilmu bermanfaat itu bukan ilmu yang menghasilkan banyak pundi-pundi. Melainkan, seberapa besar ilmu      yang kita pelajari di dunia perkuliahan dapat diterapkan di kehidupan kita.

Stigma kolot seperti itu berhasil memporak-porandakan hati sarjana muda. membuatnya berperang dengan dirinya sendiri, "Lanjut atau tidak, ya? Kalau lanjut tapi akhirnya tidak jadi apa-apa, gimana? Kalau akhirnya cuma jualan gimana? Kalau akhirnya cuma kerja di sawah, gimana?"

Meski hati sarjana tahu bahwa sebenarnya itu bukan masalah, kalau  toh kerja seperti itu juga bukan masalah (karena gak semua kuliah orientasinya hanya untuk kerja dan uang). Tapi tetap saja, cuitan- cuitan masyarakat yang kadang tak berperasaan itulah yang menjadi masalah. Takut-takut kalau, cuitan-cuitan tak bermutu itu juga berhasil membuat telinga orang-tuanya gatal.

Contoh Kasus

Tak terkecuali, Ahmad (sebut saja begitu) pun sempat bingung perkara lanjut atau tidak karena stigma kolot ini. Kalau lulusan S2 harus jadi Dosen, kalau lulusan S1 harus kerja berseragam, yah itu pemikiran kolot yang sampai saat ini belum punah.

"Buk, kalau pean mau aku tetep lanjut S2, pean harus terima, kuat dengan omongan-omongan tetangga ketika nanti kalau aku lulus gak jadi Dosen," katanya, tangannya memegang lutut dan matanya menatap wajah ibunya yang semakin senja.

 

 

 

 

Pernikahan Bukan Solusi

 

Di suatu siang yang cerah, kami bergerombol ke kantin untuk makan  siang setelah menjalani aktivitas yang cukup melelahkan, ya kuliah. “Kuliah tugasnya banyak banget, pengen nikah aja. siapapun yang mau ngelamar, pasti tak terima. capek banget kuliah” katanya. Aku tertawa dan balik bertanya “Yakin?”

Sumber: dataindonesia.id


Dari kisah tadi, menurut kalian gimana? 

Menurutku, pernikahan bukan cuma soal haha hihi, bukan cuma soal kita suka dia dan dia suka kita. Nggak sesederhana itu. sebelum ke jenjang yang lebih serius tentu kita harus memikirkan segala sesuatunya. 

Mikirku gini,    kalau saat ini aja kita sudah mengeluh habis-habisan, nangis-nangis  bombay karena tugas kuliah, bukankah dalam pernikahan masalahnya justru lebih serius? Bukan lagi soal ngerjain tugas yang seabrek. Tapi lebih dari itu. Contohnya, ketika tidak memiliki uang, tugas rumah menumpuk, ngurus anak (apalagi kalau anaknya rewel), dsb. Ketika hal itu terjadi, maka akan memicu kemarahan. Nah, ketika kita marah ke pasangan hidup kita dan dia memahami perasaan kita, itu Alhamdulillah. Nah, kalau sebaliknya gimana? Kita marah dan dia ikutan marah, atau bahkan melakukan hal di luar kendali gimana? Bukankah lebih runyam?

Menikahlah, ketika kamu sudah benar-benar siap dan jangan menjadikan peristiwa sakral ini sebagai suatu pelarian atas  permasalahanmu.

 

Pentingnya Personal Branding


Sumber: karir.unand.ac.id/

Apa Itu Personal Branding? 

Personal branding bisa diartikan sebagai upaya seorang individu dalam memasarkan karir, pengalaman, dan juga dirinya sendiri sebagai sebuah merek. personal branding adalah strategi untuk membentuk citra diri sendiri sehingga masyarakat atau orang lain dapat menilainya dari prestasi dan pencapaian yang dimiliki. Bisa dibilang ini merupakan kesempatan untuk menampilkan keunikan serta ciri khas diri kita. Dengan kita menampilkan value yang ada pada diri bukan berarti kita sombong ya gaess, tapi agar bakat atau value dari kita itu bisa diketahui orang banyak.

Maksudnya apa sih? Emang harus banget ya diketahui banyak orang?

Harus dong. Kalau nggak di publish ya seseorang nggak bakal tahu kalo kita punya sesuatu yang unik, kalau kita punya pengalaman sepeti ini, kalau kita punya bakat seperti ini, kalau ternyata kita bisa seperti ini.

Emang apa sih yang bisa di dapatkan dari mempublish value diri?

Banyak, salah satunya membuka plafon rejeki. Misal kita punya bakat public speaking, maka kita perlu  up di media sosial sebagai personal branding, biar dikenal banyak orang bahwa kita bisa di bidang ini. Sehingga, bila suatu saat nanti seseorang membutuhkan jasa MC maka akan mendatangi kita. Rejeki itu perlu di jemput. Nah, karena tidak semua orang tahu value kita, maka dari itu kita yang harus memasarkan kemampuan kita untuk citra diri dan membuka plafon rejeki kita.

Dari personal branding kita juga dapat mengembangkan bakat dan minat di bidang itu, loh.

Misalnya kita punya minat di bidang kepenulisan, lalu kemudian kita mempublish salah satu tulisan kita di media sosial. Nah, kemudian dari tulisan kita itu ternyata ada yang tertarik, ternyata kita dinilai bahwa kita ada potensi besar di bidang itu, kemudian kita ditawari untuk gabung bersama mereka di komunitas penulis, tentu ini akan sangat membahagiakan bukan? Kita bisa berkumpul dengan orang-orang yang seminat dengan kita dan tentunya dapat ilmu dari mereka.

Oh iya, satu lagi. Kadang, kalau kita melamar suatu pekerjaan HRD itu akan menanyakan apakah kita punya akun sosial media atau tidak. Tujuannya apa? tujuannya untuk melihat karakter kita, melihat value kita, dan melihat kepribadian kita dari apa yang kita posting.

Sekian, semoga apa yang saya tulis membawa manfaat untuk pembaca

 

 

 

3+ Rutinitas Sederhana yang Menjadikan Wajah Glowing

Memiliki wajah yang glowing menjadi idaman bagi setiap wanita. Tidak hanya wanita, laki-laki pun mendambakan kulit glowing. Kulit glowing bisa kita dapatkan dengan perawatan. Tidak perlu perawatan mahal, perawatan sederhana pun mampu menjadikan wajah kita glowing. 

Sumber: blibli.com

Tentu, hasil perawatan sederhana ini tidak bisa instan ya, gaess. Perlu kekonsistenan dari kita untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Lantas, rutinitas sederhana yang seperti apa sih, yang bisa membuat kulit wajah kita tampak sehat, bercahaya dan glowing?

1. Menjaga Kelembapan Kulit

Menjaga kulit agar tetap lembab dan terhidrasi juga bisa membuat kulit sehat dan tidak kering. Lantas, bagaimana cara membuat kulit kita agar tetap mendapatkan asupan cairan yang cukup? Kita bisa mengonsumsi air yang cukup setiap hari, minimal 2 liter/hari atau setara dengan 8 gelas/hari.
Disamping itu, kita juga bisa melakukannya dengan menggunakan skincare yang memiliki fungsi melembapkan, seperti moisturizer, hydrating toner, sheet mask, dan sleeping mask untuk membantu meningkatkan kelembapan kulit.

2. Selalu Gunakan Sunscreen

Sunscreen penting untuk melindungi kulit kita dari sinar UVA dan UVB. Kita tidak boleh melewatkan hal satu ini, karena sinar UV dapat menyebabkan berbagai masalah pada kulit, seperti kering dan kusam, penuaan dini, hiperpigmentasi, berkurangnya elastisitas bahkan hingga resiko kanker kulit. Maka dari itu, jangan lupa untuk selalu menggunakan sunscreen setiap hari ya, gaess.

3. Tidur yang Cukup

Selain berbagai perawatan, kita juga perlu tidur yang cukup untuk mendukung agar kulit glowing. Tidur adalah waktu bagi kulit kita untuk beristirahat, memperbaiki sel dan jaringan yang rusak. Kurang tidur dapat menyebabkan kulit menjadi kusam. Oleh karena itu, usahakan kita tidur dengan waktu yang cukup, yaitu kurang lebih 8 jam sehari semalam.

4. Double Cleansing

Meski kita di rumah seharian, ternyata menggunakan facial foam saja tidak cukup loh gaes. Kita perlu pembersih wajah yang lain untuk membersihkan polusi, kotoran, minyak, dan sisa makeup yang menyumbat pori-pori. Kita bisa menggunakan micellar water ataupun cleansing balm sebagai first cleanser, kemudian dilanjutkan dengan menggunakan facial foam sebagai second cleanser. Yang mana tentu produk yang dipakai juga harus disesuaikan dengan kebutuhan kulit kita ya.

5. Mengonsumsi Makanan Bergizi

Selain mendapatkan nutrisi dari dari skincare, kulit kita juga perlu mendapatkan nutrisi dari makanan yang kita makan. Mengonsumsi sayur dan buah segar yang kaya akan vitamin dapat menutrisi kulit kita dan menjadikannya lebih glowing dan sehat.

Jenis-Jenis Keyword Berdasarkan Cara Kerja Situs

  Sumber: https://thidiweb.com/ Halo gaess , di artkel ini mimin mau bahas tentang jenis-jenis keyword yang belum pernah kita bahas. Yups ,...