Tampilkan postingan dengan label Self Improvement. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Self Improvement. Tampilkan semua postingan

Perpisahan: Menyakitkan Tapi Banyak Hikmahnya

Sumber: https://pcnusumenep.or.id/

Setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Itu pasti dan kita tidak bisa menghindarinya. Setiap orang memiliki alasan tersendiri untuk berpisah. 

Sakit memang, tapi bukankah setiap yang datang pada kita ada masanya berpisah? Meninggalkan kita atau justru kita yang harus meninggalkan. 

Semanis Apapun Caranya, Perpisahan Tetaplah Menyakitkan

Bagiku, semanis apapun caranya, perpisahan tetaplah menyakitkan. Apalagi berpisah dengan orang-orang terkasih. Banyak hal susah untuk dilupakan begitu saja. Kebersamaannya, pembelajarannya dan semua hal perihal orang terkasih. Kalian setuju dengan pernyataanku ini?

Meski kita berpamitan dengan acara makan-makan, nonton bareng, berpelukan satu sama lain, rasa sakit karena perpisahan tetaplah ada. 

Di awal perpisahan, aku bahkan merasa marah, meskipun tidak tahu harus marah kepada siapa. Kenapa harus secepat ini? Kenapa? Dan kenapa yang lain. Aku bahkan sempat menyalahkan keadaan.

Perpisahan Juga Ada Hikmahnya

Waktu berlalu dan hari ini aku sudah setengah ikhlas. Iya, baru setengah. Setengahnya, aku masih mencoba untuk ikhlas. 

Aku mencoba berpikir positif dan mencoba menggali hikmah atas apa yang terjadi. Bukankah perpisahan juga merupakah salah satu bentuk pendewasaan?

Dan aku juga mulai sadar, bahwa pada dasarnya kita selalu punya dua pilihan setelah berpisah dengan orang terkasih. Membiarkan diri terus berlarut-larut dalam kesedihan, atau yang kedua yaitu belajar menerima dan mengambil hikmah atas apa yang terjadi. 

Jika aku bisa, kalian juga pasti bisa. 

Aku tahu, mencoba berdamai dengan keadaan memang tidaklah mudah. Akan tetapi, setiap dari kita pada dasarnya pasti akan bertemu dengan sebuah perubahan, karena hidup selalu berputar. Kita hanya perlu beradaptasi dengan keadaan baru jika mau terus berkembang dan tidak larut dalam keterpurukan. 

Adaptasi penting agar kita jauh lebih terbuka dengan berbagai kemungkinan, kejadian dan solusi-solusi atas berbagai masalah yang muncul. 

Cara Meningkatkan Minat Baca

Sumber: https://lp2m.uma.ac.id/

Banyak orang tidak suka membaca, termasuk saya. Membaca seakan menjadi aktivitas yang sangat berat. Jika membaca novel dan membaca buku self improvement dengan bahasa santai saya masih bisa bertahan lama. Tapi untuk membaca buku pelajaran, lima menit saya sudah ngantuk lalu berujung tidak sadarkan diri, hehe. Namun begitu, saya masih punya keinginan untuk bisa membaca banyak buku di kemudian hari.

Lantas, mengapa orang zaman sekarang sulit membaca?

Membaca berita di situs web kini menjadi tugas yang sulit padahal tidak lebih dari 5000 kata. Lalu, saya mencoba mencari tahu mengapa kita sulit membaca secara efektif. Saya menemukan bahwa scroll media sosial memengaruhi fokus kita. Kita terbiasa dengan konten 1 menit setiap hari dan sulit untuk fokus pada 5 menit membaca artikel. Setiap konten yang kita scroll memengaruhi fokus kita.

Menelusuri media sosial tidak hanya memengaruhi suasana hati kita karena konten yang diberikannya, tetapi juga membuat kita kurang fokus. Itu sebabnya kita merasa sulit untuk tidak memegang ponsel apalagi saat sedang menunggu seseorang.

Menyecroll media sosial membantu kita menghabiskan waktu. Saat kita sedang menunggu makanan kita atau mungkin orang lain, kita bisa menghindari “terlihat bodoh” daripada hanya berkeliaran dan tidak melakukan apa-apa. Kita memiliki ponsel, yang dapat membantu kita menjadi lebih “normal” dengan melihatnya sambil menunggu di sudut.

Kita Perlu Mengurangi Penggunaan Ponsel

Sumber: Bangkapos.com

Jadi, untuk memulai membaca, kita perlu mengurangi penggunaan ponsel agar dapat meningkatkan fokus. Membaca yang efektif dapat terjadi jika kita mulai melatih fokus.

Kenapa kita perlu membaca secara efektif?

Agar kita memperoleh materi dan manfaat secara maksimal.

Tentukan Tujuanmu Membaca

Membaca efektif artinya kita membaca dengan fokus. Lalu bagaimana kita dapat meningkatkan fokus kita? Sebelum kita meningkatkan fokus, kita mungkin perlu mengetahui apa tujuan kita membaca buku itu.

Menentukan tujuan dalam membaca dapat membantu kita tetap berada pada jalur yang benar. Kita tahu apa yang kita lakukan, bukan sekadar membaca sesuatu secara acak.

Dengan itu kita bisa menemukan kesenangan dalam membaca. Menemukan buku atau topik tertentu yang ingin kita baca itu penting. Jika tertarik dengan fiksi, silakan membacanya, karena dengan memilih apa yang benar-benar ingin kita baca, kita mendapatkan kendali atas hidup kita sendiri.

Tips Untuk Meningkatkan fokus Saat Mmembaca

Memang tidak mudah untuk langsung meningkatkan fokus kita, namun saya ingin kita bersama-sama menyatakan bahwa kita semua pasti bisa fokus.

Kita memiliki kemampuan untuk fokus dan bisa mempraktikkannya selama jangka waktu tertentu. Kamu mungkin benci membaca artikel berdurasi 5 menit, tapi tidak apa-apa. Mari kita memulainya dengan membaca sesuatu selama 3 menit setiap hari.

Jika masih sulit, mari kita coba membaca selama satu menit.

Kalau masih merasa kesulitan, usahakan buka bukumu setiap hari. Ya, hanya buka buku.

Tidak ada yang salah dengan itu, yang penting kita lakukan itu secara konsisten, 

Kita tidak bisa sukses dalam semalam. Beri diri kita waktu dan nikmati proses ini.

Menatap dinding: Ini Adalah Cara Lain Untuk Meningkatkan Fokus

Menatap dinding selama jangka waktu tertentu dapat membuat kita fokus. Beri diri kita waktu untuk fokus pada titik hitam di dinding. Ini mungkin tampak membosankan, tetapi dengan melakukan itu, kita bisa melatih kemampuan kita untuk fokus.

Kita mengalami kebosanan dan gangguan saat melakukan sesuatu karena tidak fokus. Namun jika kita fokus, kita tidak punya waktu untuk memikirkan hal itu. Kita hanya perlu fokus untuk bisa membaca dengan efektif.

Aplikasi online

Jika kamu tidak suka membaca dengan buku, saya sarankan kamu menggunakan aplikasi di ponsel. Kita mungkin tidak bisa membaca di mana pun dengan buku karena terkadang hanya membawa ponsel sepanjang waktu, namun kamu dapat membaca e-book kapan saja dari ponsel.

Mulailah membaca dimanapun berada. Semakin banyak kamu membaca, semakin besar kemungkinan kemampuan fokusmu meningkat.

Pada akhirnya, Anda mendapati diri Anda membaca lebih banyak dan lebih efektif dibandingkan kebanyakan orang.

 

 

 

 

Pentingnya Personal Branding


Sumber: karir.unand.ac.id/

Apa Itu Personal Branding? 

Personal branding bisa diartikan sebagai upaya seorang individu dalam memasarkan karir, pengalaman, dan juga dirinya sendiri sebagai sebuah merek. personal branding adalah strategi untuk membentuk citra diri sendiri sehingga masyarakat atau orang lain dapat menilainya dari prestasi dan pencapaian yang dimiliki. Bisa dibilang ini merupakan kesempatan untuk menampilkan keunikan serta ciri khas diri kita. Dengan kita menampilkan value yang ada pada diri bukan berarti kita sombong ya gaess, tapi agar bakat atau value dari kita itu bisa diketahui orang banyak.

Maksudnya apa sih? Emang harus banget ya diketahui banyak orang?

Harus dong. Kalau nggak di publish ya seseorang nggak bakal tahu kalo kita punya sesuatu yang unik, kalau kita punya pengalaman sepeti ini, kalau kita punya bakat seperti ini, kalau ternyata kita bisa seperti ini.

Emang apa sih yang bisa di dapatkan dari mempublish value diri?

Banyak, salah satunya membuka plafon rejeki. Misal kita punya bakat public speaking, maka kita perlu  up di media sosial sebagai personal branding, biar dikenal banyak orang bahwa kita bisa di bidang ini. Sehingga, bila suatu saat nanti seseorang membutuhkan jasa MC maka akan mendatangi kita. Rejeki itu perlu di jemput. Nah, karena tidak semua orang tahu value kita, maka dari itu kita yang harus memasarkan kemampuan kita untuk citra diri dan membuka plafon rejeki kita.

Dari personal branding kita juga dapat mengembangkan bakat dan minat di bidang itu, loh.

Misalnya kita punya minat di bidang kepenulisan, lalu kemudian kita mempublish salah satu tulisan kita di media sosial. Nah, kemudian dari tulisan kita itu ternyata ada yang tertarik, ternyata kita dinilai bahwa kita ada potensi besar di bidang itu, kemudian kita ditawari untuk gabung bersama mereka di komunitas penulis, tentu ini akan sangat membahagiakan bukan? Kita bisa berkumpul dengan orang-orang yang seminat dengan kita dan tentunya dapat ilmu dari mereka.

Oh iya, satu lagi. Kadang, kalau kita melamar suatu pekerjaan HRD itu akan menanyakan apakah kita punya akun sosial media atau tidak. Tujuannya apa? tujuannya untuk melihat karakter kita, melihat value kita, dan melihat kepribadian kita dari apa yang kita posting.

Sekian, semoga apa yang saya tulis membawa manfaat untuk pembaca

 

 

 

Pencapaian Sekecil Apapun Harus Kita Rayakan


Pencapaian
Sumber: Pixabay


Pencapaian adalah hasil dari perjuangan, kerja keras, dan tekad yang tak kenal lelah. Tak jarang, kita terjebak dalam pola pikir bahwa hanya pencapaian besar yang layak untuk dirayakan. Padahal, setiap langkah kecil, sekecil apapun, merupakan bagian dari perjalanan menuju kesuksesan. Maka, mari kita jadikan moto hidup kita: "Pencapaian sekecil apapun harus dirayakan," karena setiap pencapaian adalah tonggak berharga yang layak diapresiasi.

Pencapaian sekecil apapun memiliki arti mendalam dalam hidup kita walau itu hanya sekedar membiasakan diri bangun pagi, menyelesaikan tugas pekerjaan dengan baik, atau bahkan hanya membaca buku setiap harinya. Meskipun terlihat kecil, namun pencapaian-pencapaian ini memiliki dampak yang besar pada kualitas hidup kita.

Kita perlu memahami bahwa setiap tindakan kecil merupakan bagian dari proses pembelajaran dan pertumbuhan. Ketika kita berhasil menyelesaikan tugas kecil sejatinya kita sedang membangun keterampilan yang diperlukan untuk mencapai tujuan-tujuan yang lebih besar di masa depan. Pencapaian-pencapaian kecil ini membentuk pondasi bagi pencapaian-pencapaian yang lebih besar.

Setiap kali kita merayakan pencapaian dengan memberikan penghargaan pada diri kita sendiri atas usaha dan perjuangan yang telah kita lakukan sejatinya bisa membangun sikap positif terhadap diri sendiri karena dapat meningkatkan rasa percaya diri dan memperkuat motivasi untuk terus berusaha lebih baik lagi.

Tak hanya pada tingkat individu, mengakui dan merayakan pencapaian sekecil apapun juga menciptakan lingkungan yang positif di sekitar kita. Ketika kita merayakan pencapaian teman, rekan kerja, atau anggota keluarga, kita memberikan dukungan dan dorongan yang berarti. Semangat positif yang dihasilkan dari perayaan ini dapat menular dan memotivasi orang lain untuk mencapai pencapaian mereka sendiri.

Merayakan pencapaian sekecil apapun juga merupakan bentuk apresiasi terhadap proses. Seringkali, kita hanya terpaku pada hasil akhir tanpa melihat perjalanan yang telah dilalui. Padahal, setiap langkah kecil dalam proses tetaplah suatu pencapaian. Merayakan proses membantu kita menghargai upaya diri kita sendiri, bahkan walau hasilnya belum terlihat begitu besar.

Pencapaian sekecil apapun juga mengajarkan kita untuk bersyukur. Kadang-kadang, karena terlalu berambisi kita lupa untuk bersyukur atas apa yang sudah kita lalui. Merayakan pencapaian-pencapaian kecil mengajarkan kita untuk menghargai setiap momen dalam hidup, mengenang betapa jauhnya kita telah berkembang, dan bersyukur atas segala hal yang telah kita capai.

Dalam konteks pengembangan diri, merayakan pencapaian sekecil apapun dapat memotivasi kita untuk menetapkan tujuan yang lebih tinggi. Ketika kita merayakan pencapaian-pencapaian kecil, kita merasa didorong untuk menetapkan standar yang lebih tinggi untuk diri kita sendiri. Hal ini membantu kita untuk terus berkembang dan maju.

Terakhir, merayakan pencapaian sekecil apapun mengingatkan kita akan pentingnya menghargai perjuangan orang lain. Ketika kita melihat orang lain meraih pencapaian, bahkan yang terlihat kecil, kita dapat memberikan dukungan dan penghargaan kepada mereka. Hal ini membangun hubungan yang positif di antara kita sebagai anggota masyarakat.

Kesimpulannya, pencapaian sekecil apapun harus dianggap penting dan dirayakan karena setiap langkah kecil membawa kita menuju tujuan-tujuan besar dalam hidup. Melalui apresiasi terhadap setiap pencapaian, kita membangun pondasi untuk kesuksesan yang lebih besar, meningkatkan rasa percaya diri, memotivasi diri sendiri dan orang lain, serta membentuk pandangan hidup yang positif. Oleh karena itu, tidak ada salahnya untuk merayakan hal kecil yang sudah kita lalui.

Oh iya, untuk merayakannya pun tidak harus dengan sesuatu yang wow. Kamu bisa merayakannya hanya dengan membeli makanan kesukaanmu, jalan-jalan atau hal lain yang kamu sukai.

 

 

 

 

 

 


Hidup Ini Bukan Perlombaan Dengan Orang Lain

hidup ini bukan perlombaan
Sumber: Compasiana.com


Dalam kehidupan yang seringkali penuh dengan tekanan dan ekspektasi dari luar, membuat kita terus membandingkan pencapaian orang lain dengan pencapaian kita. Padahal, hidup ini bukanlah sebuah perlombaan dengan orang lain. Kita harus fokus pada diri kita sendiri karena masing-masing dari kita memiliki cerita hidup yang unik, tujuan yang berbeda, dan perjalanan yang penuh warna.

Membandingkan diri dengan orang lain hanya akan mengaburkan pengalaman dan kebahagiaan kita sendiri. Setiap individu memiliki langkahnya sendiri dalam mencapai impian dan mengatasi tantangan. Oleh karena itu, tidak adil untuk membandingkan pencapaian, kesuksesan, atau perkembangan kita dengan orang lain.

Sebaliknya, kita seharusnya lebih fokus pada komitmen untuk tumbuh dan berkembang sebagai individu. Hal ini bertujuan untuk menjadi versi terbaik dari diri sendiri, mengatasi batasan diri, dan mengejar tujuan yang sesuai dengan nilai-nilai dan minat kita adalah hal yang jauh lebih berharga daripada mencoba mengejar standar yang ditetapkan oleh orang lain.

Baca Juga: Perubahan Itu Butuh Waktu

Setiap langkah maju, setiap usaha untuk mengatasi rintangan, dan setiap kali kita belajar dari kegagalan adalah bagian dari perjalanan hidup kita. Hidup ini adalah peluang untuk mengeksplorasi potensi kita, menemukan apa yang membuat kita merasa hidup, dan berkontribusi pada dunia dengan cara yang hanya bisa kita lakukan.

Perjalanan ini tidak selalu mulus dan kadang-kadang kita mungkin merasa tertinggal atau tidak mencapai apa yang diharapkan. Namun, penting untuk diingat bahwa setiap langkah kecil adalah kemajuan, dan setiap tantangan adalah peluang untuk belajar dan tumbuh. Yang penting kita terus bergerak maju, tanpa perlu khawatir tentang apa yang orang lain pikirkan atau lakukan.

Jadi, mari kita tinggalkan perilaku membandingkan diri dengan orang lain. Fokuskan perhatian kita pada perjalanan diri kita sendiri, menghargai kemajuan diri, dan merayakan pencapaian kecil. Hidup ini adalah hadiah yang berharga, dan kita dapat merayakannya dengan menghormati dan menerima diri sendiri apa adanya, sambil terus berusaha menjadi lebih baik dari hari ke hari.

Perubahan Itu Butuh Waktu

 

perubahan
Sumber: jojonomic

Seringkali kita merasa bahwa diri kita masih gini-gini aja dan masih tertinggal jauh dengan yang lain. Padahal, yang namanya perubahan memang tidak terjadi secara instan, semua butuh waktu. Seperti tetesan air yang lambat namun pasti mengikis batu, begitu pula perubahan yang merambah ke dalam kehidupan kita. Ia tidak datang dengan cepat dan langsung mengubah segalanya dalam sekejap. Sebaliknya, ia datang dengan mantap, memberikan pelajaran berharga melalui pengalaman-pengalaman yang dialami, dan membutuhkan kesabaran serta ketekunan.

Proses perubahan itu seperti mengembangkan benih menjadi pohon yang kokoh. Pertama-tama, benih ditanam dalam tanah yang subur. Ia butuh waktu untuk merambat ke bawah, menguatkan akarnya, sebelum akhirnya muncul tunas kecil di permukaan tanah. Seiring berjalannya waktu, tunas itu tumbuh menjadi batang yang kokoh dan daun-daun yang hijau. Begitu pula dengan perubahan dalam kehidupan kita, ia memerlukan waktu yang cukup untuk mengakar dalam diri kita, mengubah cara pandang, mengatasi hambatan, dan tumbuh menjadi sesuatu yang lebih baik.

Namun, seringkali kita terjebak dalam hasrat akan hasil instan. Kita ingin melihat perubahan langsung terjadi tanpa perlu menunggu. Padahal, ini adalah kesalahpahaman besar. Perubahan yang signifikan dan berkelanjutan memerlukan waktu untuk melibatkan diri dalam proses, memahami setiap tahapannya, dan belajar dari setiap peristiwa yang terjadi di sepanjang jalan.

Baca Juga: Jangan Biarkan Orang Lain Mengetahui Kelemahanmu

Ketika kita merasa putus asa atau lelah dalam menghadapi perubahan, ingatlah bahwa alam sendiri mengajarkan kepada kita tentang ketahanan dan kesabaran. Bunga tidak mekar dalam semalam, sungai tidak terbentuk dalam sekejap, dan gunung tidak terbentuk tanpa proses panjang. Begitu juga dengan diri kita, perubahan yang berarti membutuhkan waktu untuk berkembang dan menjadi nyata.

Jadi, mari hadapi perubahan dengan sikap yang bijaksana. Sadari bahwa setiap langkah kecil yang kita ambil, setiap usaha yang kita lakukan, membawa kita lebih dekat kepada perubahan yang kita dambakan. Jangan terburu-buru atau menyerah saat perubahan tidak terasa instan. Ingatlah, perubahan itu butuh waktu, dan setiap momen dalam prosesnya memiliki nilai dan hikmahnya sendiri.

Di ujung perjalanan, ketika kita melihat kembali, kita akan menyadari bahwa perubahan yang telah kita jalani dengan sabar dan tekun adalah perubahan yang paling berharga. Ia adalah bukti betapa kita telah tumbuh, belajar, dan menjadi lebih kuat. Karena, akhirnya, dalam perubahan itulah kita menemukan esensi sejati dari perjalanan hidup ini.


 

Menghadiahi Al-Fatihah Kepada Diri Sendiri Adalah Bentuk Self-Love

Topik yang sering dibicarakan oleh masyarakat saat ini adalah self-love. Self-love, yang juga dikenal sebagai mencintai diri sendiri, adalah ketika seseorang merasa puas dengan dirinya dan menerima kekurangannya. Meskipun self-love terdengar mudah untuk dibahas, namun ini menjadi tantangan saat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, karena itu adalah proses penerimaan diri yang berkelanjutan. Konsep ini mendorong seseorang untuk mengenali dan menerima diri sendiri, dan kemudian memperlakukan dirinya dengan baik apa adanya.


Sumber: NarasiTV


Self-love adalah sesuatu yang universal, dan hal ini terbukti dengan fakta bahwa tingkat kepuasan diri seseorang dapat berbeda-beda dan tidak dapat disamakan dengan orang lain.

Penerapan self-love dapat menjaga kesehatan mental, karena membuat seseorang lebih mudah berpikir positif. Tanpa disadari, menjaga kesehatan mental seringkali berdampak pada kesehatan fisik. Ketika kesehatan mental tidak optimal, dapat menyebabkan gangguan emosional dan gangguan fisik lainnya. Contohnya bisa kita lihat ketika lambung seseorang bermasalah. Lambung yang bermasalah tidak hanya disebabkan oleh pola makan yang kurang sehat, namun juga kondisi psikis yang kurang baik, seperti stress. Jadi, tekanan psikologis seperti stres dapat memengaruhi fungsi saluran pencernaan, yang mana mengakibatkan perubahan dalam produksi asam lambung, pengaruh pada gerakan dan aliran darah ke lapisan mukosa lambung, serta penurunan ambang sensitivitas terhadap rasa sakit. Intinya, ketika kita stress, itu berdampak negatif pada lambung kita.

Dalam Islam, mencintai diri sendiri juga berhubungan dengan cara seseorang memperlakukan dirinya sendiri sebagai upaya untuk mengenal Allah sebagai Tuhan. Ada banyak cara yang dapat dilakukan seseorang untuk mencintai dirinya sendiri, salah satunya adalah membaca Al-Fatihah untuk dirinya sendiri.

Apa Istimewanya Al-Fatihah?

Al-Fatihah adalah sebuah surat yang sangat istimewa. Surat ini digunakan sebagai pembuka sebelum membaca surat yang lainnya dalam agama Islam. Banyak orang muslim yang membaca Al-Fatihah untuk diri mereka sendiri dalam kehidupan sehari-hari. Ini karena membaca surat ini dapat memberikan berbagai manfaat. Bagi seseorang yang menghadapi masalah kesehatan, baik itu kesehatan fisik maupun mental, membaca Al-Fatihah untuk diri sendiri dapat menjadi solusi tambahan selain menjalani pengobatan lainnya.

Mengapa?

Mengapa membaca Al- Qur'an untuk diri sendiri bisa dikatakan sebagai bentuk mencintai diri?
Begini..
Untuk menjalani hidup, kita membutuhkan makanan agar tetap kuat. Nah, makanan itu tidak hanya kita berikan kepada raga, tetapi juga kepada roh (jiwa) kita. Karena raga dan roh berbeda, maka makanannya pun berbeda. Kalau raga memakan makanan yang tampak, seperti nasi, roti, dan buah-buahan, kalau roh asupannya dari makanan yang tidak tampak tapi tetap bisa dirasakan efek positifnya. Memangnya apa yang akan dirasakan manusia ketika rohnya tidak mendapatkan asupan? Kita akan sempoyongan, bukan raga kita, tapi jiwa kita. Kita tetap bisa berjalan dengan sehat tapi layaknya mayat hidup. Hidup kita seperti kehilangan arah, mudah sumpek, dan banyak penyakit hati menghinggapi. 

Bagaimana Cara Menghadiahi Diri Sendiri dengan Fatihah?

Menghadiahi diri sendiri dengan fatihah bisa kita lakukan setelah sholat dengan mengatakan "Ya Allah, aku hadiahkan Al-Fatihah untuk diriku sendiri (dengan sebut nama), lalu dilanjutkan membaca Al-Fatihah. 

Menurut laman Nahdlatul Ulama, berikut ini adalah langkah-langkah cara memberikan Al-Fatihah sebagai hadiah untuk diri sendiri yang dapat dijalankan dalam kehidupan sehari-hari:

1. Mulailah dengan mengucapkan salam kepada diri sendiri.

2. Setelah itu, ucapkan nama diri sendiri dengan lembut sebanyak tiga kali.

3. Kemudian, dengan menggunakan tangan kanan, sentuhlah dada sebelah kiri di tempat jantung berada, sambil mengucapkan "Alhamdulillah".

4. Selanjutnya, ucapkan, "Aku menghadiahkan Al-Fatihah untuk diriku sendiri, baik secara fisik maupun batin. Ya Allah, jagalah, lindungi, dan rawatlah hamba-Mu ini dari segala bentuk kebatilan. Berilah limpahan kebajikan dan rahmat yang Engkau miliki."

5. Terakhir, bacakan surat Al-Fatihah untuk diri sendiri satu kali.


Semua Sedang Berjuang Sesuai Porsinya Masing-Masing

Sumber: Kompasiana.com


 "Kok kayaknya dia bahagia banget ya, kayak gak ada beban," katamu setelah melihat postingan seorang teman yang tampak bahagia. Jalan-jalan, ketawa-ketawa dan makan-makan enak.

Kamu merasa bahwa, hidupnya diliputi kebahagiaan.

Padahal, di momen yang tidak kamu tahu, dia juga menangis meratapi permasalahan yang menderanya. Tiap-tiap dari kita sejatinya sedang memikul ranselnya masing-masing.

Di lain waktu mungkin kamu juga pernah merasa, "kok beban mereka gak seberat aku, ya?"

Gapapa, itu wajar. 

Tadi aku sudah mengatakan bahwa tiap dari kita sejatinya sedang memikul ranselnya masing-masing, kan?

Nah, dalam ransel itu tentu isinya juga berbeda. Tidak ada yang benar-benar sama. Baik dari jumlah maupun beratnya.

Jadi, apakah itu artinya Tuhan tidak adil pada kita? kita diberikan beban 1 kg, lantas kenapa dia hanya diberikan beban 1/2 kg?

Bukan, bukan begitu. Tuhan itu adil, sangat adil. Adil adalah menempatkan sesuatu pada tempatnya. Merujuk kalimat itu, bukan berarti kalau dia diberikan 1/2 kg kita juga harus 1/2 kg. Bukan, sekali lagi bukan seperti itu. 

Dia diberikan berat 1/2 kg karena ranselnya tidak sebesar ransel kita. Artinya apa? Tuhan itu tahu seberapa kemampuan hambanya. Tuhan itu tahu seberapa kuat pundak hambanya. Tuhan tidak mungkin memberikan beban diluar kemampuan hambanya. Percayalah..

Kapan Kita Dikatakan Sukses?

Sumber: dictio.id


Kalau kau bertanya kapan kita dikatakan sukses tentu tidak ada jawaban patennya. Karena, jawaban setiap orang itu berbeda. Standar kesuksesan setiap orang itu tidak sama. 

Dan kamu, kamu tidak perlu mengikuti standar kesuksesan mereka. Buat standar kesuksesanmu sendiri. 

Kamu tau Bill Gates?

Iyups, pendiri perusahaan perangkat lunak terbesar, yaitu Microsoft. 

Bill Gates menempati posisi keempat di daftar orang terkaya di dunia. Bill Gates selalu termasuk ke dalam daftar orang terkaya di dunia sejak tahun 1987. Total kekayaan Bill Gates saat ini mencapai $129 miliar atau sekitar Rp1,918 triliun.

Mari kita berkaca dari kisah Bill Gates. 

Menurutmu, apakah Bill Gates mengikuti standar kesuksesan orang lain pada saat dia menciptakan Microsoft?

Tentu tidak. Karena pada saat itu belum ada yang pernah menciptakan Microsoft.

Alat ukur sukses bukan hanya tentang lebihnya materi, bukan hanya tentang pangkat dan derajat. Menurutku, ketika kamu bisa memberikan dampak positif bagi orang lain itu juga dikatakan sukses. Kamu sukses menjadikan hidup menjadi lebih bermakna.

Orang yang beberapa kali gagal namun tetap berusaha dan mencoba bangkit juga pantas mendapat gelar "sukses". Iya, dia sukses dalam berproses. 

Jadi, hakikat sukses tidaklah sesempit itu. Tidak hanya berkutat pada harta dan tahta. 

Baiklah, mungkin kau masih butuh kata-kata motivasi untuk menguatkan apa yang ku tulis. Ini, baca dan renungi. Ini perkataan orang-orang sukses seperti Bill Gates, Waren Buffet dan Richard Branson. Mereka mengatakan bahwa "Tingkat kesuksesan hidupmu adalah ketika kamu bahagia, banyak orang yang mencintai kamu, dan seberapa besar dampak yang kamu berikan ke orang-orang yang membutuhkan."

Jadi, mungkin saja kau yang sedang membaca tulisan ini sebenarnya sudah sukses.

Jenis-Jenis Keyword Berdasarkan Cara Kerja Situs

  Sumber: https://thidiweb.com/ Halo gaess , di artkel ini mimin mau bahas tentang jenis-jenis keyword yang belum pernah kita bahas. Yups ,...