Di suatu siang yang cerah, kami bergerombol ke kantin untuk makan
siang setelah menjalani
aktivitas yang cukup melelahkan, ya kuliah. “Kuliah tugasnya banyak banget, pengen
nikah aja. siapapun yang mau
ngelamar, pasti tak terima. capek
banget kuliah” katanya. Aku tertawa dan balik
bertanya “Yakin?”
![]() |
| Sumber: dataindonesia.id |
Dari kisah tadi, menurut kalian gimana?
Menurutku, pernikahan bukan cuma soal haha hihi, bukan cuma soal kita suka dia dan dia suka kita. Nggak sesederhana itu. sebelum ke jenjang yang lebih serius tentu kita harus memikirkan segala sesuatunya.
Mikirku gini, kalau saat ini aja kita sudah mengeluh habis-habisan, nangis-nangis bombay karena tugas kuliah, bukankah dalam pernikahan masalahnya justru lebih serius? Bukan lagi soal ngerjain tugas yang seabrek. Tapi lebih dari itu. Contohnya, ketika tidak memiliki uang, tugas rumah menumpuk, ngurus anak (apalagi kalau anaknya rewel), dsb. Ketika hal itu terjadi, maka akan memicu kemarahan. Nah, ketika kita marah ke pasangan hidup kita dan dia memahami perasaan kita, itu Alhamdulillah. Nah, kalau sebaliknya gimana? Kita marah dan dia ikutan marah, atau bahkan melakukan hal di luar kendali gimana? Bukankah lebih runyam?
Menikahlah, ketika kamu sudah benar-benar siap dan jangan menjadikan peristiwa
sakral ini sebagai
suatu pelarian atas permasalahanmu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar