Cara Meningkatkan Minat Baca

Sumber: https://lp2m.uma.ac.id/

Banyak orang tidak suka membaca, termasuk saya. Membaca seakan menjadi aktivitas yang sangat berat. Jika membaca novel dan membaca buku self improvement dengan bahasa santai saya masih bisa bertahan lama. Tapi untuk membaca buku pelajaran, lima menit saya sudah ngantuk lalu berujung tidak sadarkan diri, hehe. Namun begitu, saya masih punya keinginan untuk bisa membaca banyak buku di kemudian hari.

Lantas, mengapa orang zaman sekarang sulit membaca?

Membaca berita di situs web kini menjadi tugas yang sulit padahal tidak lebih dari 5000 kata. Lalu, saya mencoba mencari tahu mengapa kita sulit membaca secara efektif. Saya menemukan bahwa scroll media sosial memengaruhi fokus kita. Kita terbiasa dengan konten 1 menit setiap hari dan sulit untuk fokus pada 5 menit membaca artikel. Setiap konten yang kita scroll memengaruhi fokus kita.

Menelusuri media sosial tidak hanya memengaruhi suasana hati kita karena konten yang diberikannya, tetapi juga membuat kita kurang fokus. Itu sebabnya kita merasa sulit untuk tidak memegang ponsel apalagi saat sedang menunggu seseorang.

Menyecroll media sosial membantu kita menghabiskan waktu. Saat kita sedang menunggu makanan kita atau mungkin orang lain, kita bisa menghindari “terlihat bodoh” daripada hanya berkeliaran dan tidak melakukan apa-apa. Kita memiliki ponsel, yang dapat membantu kita menjadi lebih “normal” dengan melihatnya sambil menunggu di sudut.

Kita Perlu Mengurangi Penggunaan Ponsel

Sumber: Bangkapos.com

Jadi, untuk memulai membaca, kita perlu mengurangi penggunaan ponsel agar dapat meningkatkan fokus. Membaca yang efektif dapat terjadi jika kita mulai melatih fokus.

Kenapa kita perlu membaca secara efektif?

Agar kita memperoleh materi dan manfaat secara maksimal.

Tentukan Tujuanmu Membaca

Membaca efektif artinya kita membaca dengan fokus. Lalu bagaimana kita dapat meningkatkan fokus kita? Sebelum kita meningkatkan fokus, kita mungkin perlu mengetahui apa tujuan kita membaca buku itu.

Menentukan tujuan dalam membaca dapat membantu kita tetap berada pada jalur yang benar. Kita tahu apa yang kita lakukan, bukan sekadar membaca sesuatu secara acak.

Dengan itu kita bisa menemukan kesenangan dalam membaca. Menemukan buku atau topik tertentu yang ingin kita baca itu penting. Jika tertarik dengan fiksi, silakan membacanya, karena dengan memilih apa yang benar-benar ingin kita baca, kita mendapatkan kendali atas hidup kita sendiri.

Tips Untuk Meningkatkan fokus Saat Mmembaca

Memang tidak mudah untuk langsung meningkatkan fokus kita, namun saya ingin kita bersama-sama menyatakan bahwa kita semua pasti bisa fokus.

Kita memiliki kemampuan untuk fokus dan bisa mempraktikkannya selama jangka waktu tertentu. Kamu mungkin benci membaca artikel berdurasi 5 menit, tapi tidak apa-apa. Mari kita memulainya dengan membaca sesuatu selama 3 menit setiap hari.

Jika masih sulit, mari kita coba membaca selama satu menit.

Kalau masih merasa kesulitan, usahakan buka bukumu setiap hari. Ya, hanya buka buku.

Tidak ada yang salah dengan itu, yang penting kita lakukan itu secara konsisten, 

Kita tidak bisa sukses dalam semalam. Beri diri kita waktu dan nikmati proses ini.

Menatap dinding: Ini Adalah Cara Lain Untuk Meningkatkan Fokus

Menatap dinding selama jangka waktu tertentu dapat membuat kita fokus. Beri diri kita waktu untuk fokus pada titik hitam di dinding. Ini mungkin tampak membosankan, tetapi dengan melakukan itu, kita bisa melatih kemampuan kita untuk fokus.

Kita mengalami kebosanan dan gangguan saat melakukan sesuatu karena tidak fokus. Namun jika kita fokus, kita tidak punya waktu untuk memikirkan hal itu. Kita hanya perlu fokus untuk bisa membaca dengan efektif.

Aplikasi online

Jika kamu tidak suka membaca dengan buku, saya sarankan kamu menggunakan aplikasi di ponsel. Kita mungkin tidak bisa membaca di mana pun dengan buku karena terkadang hanya membawa ponsel sepanjang waktu, namun kamu dapat membaca e-book kapan saja dari ponsel.

Mulailah membaca dimanapun berada. Semakin banyak kamu membaca, semakin besar kemungkinan kemampuan fokusmu meningkat.

Pada akhirnya, Anda mendapati diri Anda membaca lebih banyak dan lebih efektif dibandingkan kebanyakan orang.

 

 

 

 

Perihal Pertemanan

 

Sumber: x.com



Lucu ya kamu, karena alasan gak ada yang ngajak kamu main/jajan   aja langsung ngerasa kamu gak punya temen, langsung ngerasa bahwa temanmu tidak menganggapmu sebagai sahabat.

Padahal, dia yang selalu ngajak main pun tidak mesti menganggapmu sahabat, mungkin hanya menganggapmu sebagai temen seneng-seneng aja. Dan dia yang tidak pernah mengajakmu main juga bukan berarti dia tidak peduli terhadapmu, malah bisa jadi dia lebih perhatian dan menyayangimu layaknya sahabat.

Menurutmu sahabat itu apa sih?

Menurutku, yang dinamakan sahabat itu adalah mereka yang mau menerima keluhmu tanpa menghakimimu, mau membantumu dengan tulus ketika kamu membutuhkan bantuan. Jadi tidak hanya datang ketika pas ngajak senengnya aja.

Aku ngetik ini karena barusan liat postingan yang mana dia merasa gak punya temen karena gak ada yang ngajak dia main.

Coba deh, berpikir lebih dalam terkait itu. Mungkin, dia gak punya uang.          

 "Tapi kok terus-terusan gak punya uang?"

Oke, uang mungkin ada. Tapi mungkin, finansial keluarganya kurang stabil. Jadi, untuk sekadar main yang gak penting dia perlu berpikir seribu kali dan memilih mengurungkan niatnya untuk main. Apalagi kalau main denganmu pasti menghabiskan kantong, haha...

 


Pernah ada temen yang cerita, kalo dia didiemin gara-gara gak ngasih temennya kado pas sempro. Kok lucu sih, kok ya gak mikir bahwa mungkin saja dia gak ngasih itu karena kantong lagi kering, kan belum kerja juga. Hemmm, apakah memberi kado kepada teman yang sempro sudah menjadi budaya di kota-kota besar? Heran.

Mulai hari ini, jangan hanya karena alasan tidak pernah diajak main membuatmu su’udzon kepada temanmu. Mungkin alasannya, seperti yang kuungkapkan tadi. Namun jika memang perlakuannya lebih dari itu, seperti mengajakmu hanya untuk memenuhi kuota, kamu boleh berpikir bahwa kamu tidak dianggap teman. Dan kamu harus pergi           dari circle itu, cari bahagiamu sendiri, cari orang-orang yang memang bisa menerimamu.

Stigma Kolot dan Dilema Sarjana Muda


Stigma Kolot dan Dilema Sarjana

Masih banyak ditemukan stigma kolot di masyarakat tentang indikator suksesnya sarjana. Banyak yang beranggapan bahwa sarjana dikatakan sukses ketika Ia kerja berseragam dan dengan gaji yang fantastis. Sedangkan yang tak berseragam di gunjing sana-sini. "Untuk apa sekolah tinggi-tinggi jika hanya untuk ini?"

Padahal, hakikat ilmu bermanfaat itu bukan ilmu yang menghasilkan banyak pundi-pundi. Melainkan, seberapa besar ilmu      yang kita pelajari di dunia perkuliahan dapat diterapkan di kehidupan kita.

Stigma kolot seperti itu berhasil memporak-porandakan hati sarjana muda. membuatnya berperang dengan dirinya sendiri, "Lanjut atau tidak, ya? Kalau lanjut tapi akhirnya tidak jadi apa-apa, gimana? Kalau akhirnya cuma jualan gimana? Kalau akhirnya cuma kerja di sawah, gimana?"

Meski hati sarjana tahu bahwa sebenarnya itu bukan masalah, kalau  toh kerja seperti itu juga bukan masalah (karena gak semua kuliah orientasinya hanya untuk kerja dan uang). Tapi tetap saja, cuitan- cuitan masyarakat yang kadang tak berperasaan itulah yang menjadi masalah. Takut-takut kalau, cuitan-cuitan tak bermutu itu juga berhasil membuat telinga orang-tuanya gatal.

Contoh Kasus

Tak terkecuali, Ahmad (sebut saja begitu) pun sempat bingung perkara lanjut atau tidak karena stigma kolot ini. Kalau lulusan S2 harus jadi Dosen, kalau lulusan S1 harus kerja berseragam, yah itu pemikiran kolot yang sampai saat ini belum punah.

"Buk, kalau pean mau aku tetep lanjut S2, pean harus terima, kuat dengan omongan-omongan tetangga ketika nanti kalau aku lulus gak jadi Dosen," katanya, tangannya memegang lutut dan matanya menatap wajah ibunya yang semakin senja.

 

 

 

 

Jenis-Jenis Keyword Berdasarkan Cara Kerja Situs

  Sumber: https://thidiweb.com/ Halo gaess , di artkel ini mimin mau bahas tentang jenis-jenis keyword yang belum pernah kita bahas. Yups ,...