Menghadiahi Al-Fatihah Kepada Diri Sendiri Adalah Bentuk Self-Love

Topik yang sering dibicarakan oleh masyarakat saat ini adalah self-love. Self-love, yang juga dikenal sebagai mencintai diri sendiri, adalah ketika seseorang merasa puas dengan dirinya dan menerima kekurangannya. Meskipun self-love terdengar mudah untuk dibahas, namun ini menjadi tantangan saat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, karena itu adalah proses penerimaan diri yang berkelanjutan. Konsep ini mendorong seseorang untuk mengenali dan menerima diri sendiri, dan kemudian memperlakukan dirinya dengan baik apa adanya.


Sumber: NarasiTV


Self-love adalah sesuatu yang universal, dan hal ini terbukti dengan fakta bahwa tingkat kepuasan diri seseorang dapat berbeda-beda dan tidak dapat disamakan dengan orang lain.

Penerapan self-love dapat menjaga kesehatan mental, karena membuat seseorang lebih mudah berpikir positif. Tanpa disadari, menjaga kesehatan mental seringkali berdampak pada kesehatan fisik. Ketika kesehatan mental tidak optimal, dapat menyebabkan gangguan emosional dan gangguan fisik lainnya. Contohnya bisa kita lihat ketika lambung seseorang bermasalah. Lambung yang bermasalah tidak hanya disebabkan oleh pola makan yang kurang sehat, namun juga kondisi psikis yang kurang baik, seperti stress. Jadi, tekanan psikologis seperti stres dapat memengaruhi fungsi saluran pencernaan, yang mana mengakibatkan perubahan dalam produksi asam lambung, pengaruh pada gerakan dan aliran darah ke lapisan mukosa lambung, serta penurunan ambang sensitivitas terhadap rasa sakit. Intinya, ketika kita stress, itu berdampak negatif pada lambung kita.

Dalam Islam, mencintai diri sendiri juga berhubungan dengan cara seseorang memperlakukan dirinya sendiri sebagai upaya untuk mengenal Allah sebagai Tuhan. Ada banyak cara yang dapat dilakukan seseorang untuk mencintai dirinya sendiri, salah satunya adalah membaca Al-Fatihah untuk dirinya sendiri.

Apa Istimewanya Al-Fatihah?

Al-Fatihah adalah sebuah surat yang sangat istimewa. Surat ini digunakan sebagai pembuka sebelum membaca surat yang lainnya dalam agama Islam. Banyak orang muslim yang membaca Al-Fatihah untuk diri mereka sendiri dalam kehidupan sehari-hari. Ini karena membaca surat ini dapat memberikan berbagai manfaat. Bagi seseorang yang menghadapi masalah kesehatan, baik itu kesehatan fisik maupun mental, membaca Al-Fatihah untuk diri sendiri dapat menjadi solusi tambahan selain menjalani pengobatan lainnya.

Mengapa?

Mengapa membaca Al- Qur'an untuk diri sendiri bisa dikatakan sebagai bentuk mencintai diri?
Begini..
Untuk menjalani hidup, kita membutuhkan makanan agar tetap kuat. Nah, makanan itu tidak hanya kita berikan kepada raga, tetapi juga kepada roh (jiwa) kita. Karena raga dan roh berbeda, maka makanannya pun berbeda. Kalau raga memakan makanan yang tampak, seperti nasi, roti, dan buah-buahan, kalau roh asupannya dari makanan yang tidak tampak tapi tetap bisa dirasakan efek positifnya. Memangnya apa yang akan dirasakan manusia ketika rohnya tidak mendapatkan asupan? Kita akan sempoyongan, bukan raga kita, tapi jiwa kita. Kita tetap bisa berjalan dengan sehat tapi layaknya mayat hidup. Hidup kita seperti kehilangan arah, mudah sumpek, dan banyak penyakit hati menghinggapi. 

Bagaimana Cara Menghadiahi Diri Sendiri dengan Fatihah?

Menghadiahi diri sendiri dengan fatihah bisa kita lakukan setelah sholat dengan mengatakan "Ya Allah, aku hadiahkan Al-Fatihah untuk diriku sendiri (dengan sebut nama), lalu dilanjutkan membaca Al-Fatihah. 

Menurut laman Nahdlatul Ulama, berikut ini adalah langkah-langkah cara memberikan Al-Fatihah sebagai hadiah untuk diri sendiri yang dapat dijalankan dalam kehidupan sehari-hari:

1. Mulailah dengan mengucapkan salam kepada diri sendiri.

2. Setelah itu, ucapkan nama diri sendiri dengan lembut sebanyak tiga kali.

3. Kemudian, dengan menggunakan tangan kanan, sentuhlah dada sebelah kiri di tempat jantung berada, sambil mengucapkan "Alhamdulillah".

4. Selanjutnya, ucapkan, "Aku menghadiahkan Al-Fatihah untuk diriku sendiri, baik secara fisik maupun batin. Ya Allah, jagalah, lindungi, dan rawatlah hamba-Mu ini dari segala bentuk kebatilan. Berilah limpahan kebajikan dan rahmat yang Engkau miliki."

5. Terakhir, bacakan surat Al-Fatihah untuk diri sendiri satu kali.


Ramadhan Akan Tiba, dan Aku Masih Gini-Gini Aja

Sumber: Tribunnews.com

“Udah mau Ramadhan aja, ya” batinmu.

Aku tahu, kamu bukan karena tidak suka menyambut Ramadhan. Tapi, karena udah mau Ramadhan lagi tapi kok kamu merasa masih gini-gini aja. Merasa diri belum cukup membanggakan dan membahagiakan orang yang dicinta. Iya, kan?

Sini, duduk bareng sama aku, yuk. Kita sharing-sharing. Barangkali, bisa membuatmu lebih tenang.

Aku tahu, kamu baru saja berselancar di dunia maya dan menemukan temanmu sudah mengalami pencapaian yang luar biasa. Bekerja di perusahaan bergengsi, menciptakan banyak karya, memenangkan berbagai perlombaan yang cukup membanggakan dan jalan-jalan ke luar negeri.

Gapapa, kamu juga hebat. Toh, kamu juga sudah berusaha menjadi orang yang lebih dari kata biasa, kan?

Dengan kamu terus berusaha menambah value diri dan mampu bertahan hingga sejauh ini udah hebat. Kamu keren.

Lagi pula, kamu tidak harus seperti mereka untuk menyandang label keren.

Mereka keren di bidang A, kamu keren di bidang B.

Jadi, buatlah versi kerenmu sendiri.

Oh iya, hampir lupa bilang. Definisi keren dan hebat itu gak cuma apa yang bisa dilihat, tapi apa yang bisa dirasakan manfaatnya juga patut disebut orang yang keren.

Menurutku, kamu keren. Kamu sudah jadi pendengar yang baik, terus belajar untuk menambah value diri, membawa manfaat untuk banyak orang dan terus menebar energi positif.

Semangaaat…

Baca Juga:  Kapan Kita Dikatakan Sukses?

 

 

 

Semua Sedang Berjuang Sesuai Porsinya Masing-Masing

Sumber: Kompasiana.com


 "Kok kayaknya dia bahagia banget ya, kayak gak ada beban," katamu setelah melihat postingan seorang teman yang tampak bahagia. Jalan-jalan, ketawa-ketawa dan makan-makan enak.

Kamu merasa bahwa, hidupnya diliputi kebahagiaan.

Padahal, di momen yang tidak kamu tahu, dia juga menangis meratapi permasalahan yang menderanya. Tiap-tiap dari kita sejatinya sedang memikul ranselnya masing-masing.

Di lain waktu mungkin kamu juga pernah merasa, "kok beban mereka gak seberat aku, ya?"

Gapapa, itu wajar. 

Tadi aku sudah mengatakan bahwa tiap dari kita sejatinya sedang memikul ranselnya masing-masing, kan?

Nah, dalam ransel itu tentu isinya juga berbeda. Tidak ada yang benar-benar sama. Baik dari jumlah maupun beratnya.

Jadi, apakah itu artinya Tuhan tidak adil pada kita? kita diberikan beban 1 kg, lantas kenapa dia hanya diberikan beban 1/2 kg?

Bukan, bukan begitu. Tuhan itu adil, sangat adil. Adil adalah menempatkan sesuatu pada tempatnya. Merujuk kalimat itu, bukan berarti kalau dia diberikan 1/2 kg kita juga harus 1/2 kg. Bukan, sekali lagi bukan seperti itu. 

Dia diberikan berat 1/2 kg karena ranselnya tidak sebesar ransel kita. Artinya apa? Tuhan itu tahu seberapa kemampuan hambanya. Tuhan itu tahu seberapa kuat pundak hambanya. Tuhan tidak mungkin memberikan beban diluar kemampuan hambanya. Percayalah..

Jenis-Jenis Keyword Berdasarkan Cara Kerja Situs

  Sumber: https://thidiweb.com/ Halo gaess , di artkel ini mimin mau bahas tentang jenis-jenis keyword yang belum pernah kita bahas. Yups ,...